Tuesday, January 04, 2005

Bocah Sunyi dan Rembulan

:Tsunami victims in Aceh and North Sumatra

Dikisahkan tentang hikayat rembulan,
Yang menyelinap dicelah malam diamdiam,
Membiaskan cahaya yang menetes puingpuing kota,
mengkristal terhembus dingin angin utara,
berdentingan diatap rapuh sebuah surau tua.
Seorang bocah sunyi terbalut beku malam,
Mencatat kisah rembulan dilontar peradaban.
tentang murka bunda yang letih diperkosa ayah,
tentang biduk yang tak mendapat restu samudra,
tentang perangkap awan yang menyergap,
tentang kantungkantung derma yang dipanggulnya,
tentang rembulan berkerudung hitam diujung pulau,
Dititipkan cerita ini pada telaga,
Dalam pahatan riakriak duka,
Biarkan kisah sang rembulan menjadi rahasia kecilnya,
Agar kelak dapat dikenang dalam airmata.

Tabik,
Bajangkirek, 2005


(Sebuah sajak duka dari seorang sahabat)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home